Warisan Orba Jangan Dibuang Percuma

June 1, 2010 by Jauhar Efendi  
Filed under Category Opini

Dialog interaktif menandai Hari Lahirnya Pancasila ke-65 melalui RRI Samarinda, Selasa (01/06), mendapat tanggapan positif dari berbagai lapisan masyarakat Kaltim. Banyak pertanyaan yang muncul kepada dua nara sumber yang dihadirkan, yakni Kepala Diskominfo Kaltim, Moh Jauhar Efendi, dan mantan anggota DPR dan DPD RI asal Kaltim, Komariah Kuncoro. Dialog ini sendiri mengangkat topik tentang pentingnya mewarisi nilai-nilai keteladanan Pancasila.

Berbicara seusai dialog, Jauhar menyatakan, ada semacam kegundahan sebagian masyarakat Kaltim yang menganggap nilai-nilai Pancasila sudah semakin luntur. Tapi, Jauhar kurang sependapat dengan anggapan itu. “Saya kira tidak begitu. Sangat tergantung kepedulian kita untuk mewarisi nilai-nilai Pancasila sebagai pegangan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia ini,” ujarnya.

Jauhar bisa memahami adanya anggapan masyarakat yang merasa khawatir dengan nilai-nilai Pancasila yang sudah mulai luntur. Nyaris tak dikenal dan diamalkan lagi sebagai imbas kemajuan teknologi dan informasi. Malah Yudi, salah satu penanya dari Tanah Grogot, Paser, tak hanya berharap agar nilai-nilai Pancasila dihidupkan kembali, tapi ia pun menghendaki kepada para pejabat agar menaruh teks Pancasila di atas meja kerjanya supaya benar-benar bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Jauhar, upaya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Pancasila itu tergantung dengan kepedulian masyarakat sendiri. Banyak peninggalan atau warisan rezim Orde Baru (Orba) yang baik-baik untuk diaktualisasikan di era sekarang. “Peninggalan Orba yang baik-baik itu jangan dibuang percuma. Buktinya program Posyandu dan KB (Keluarga Berencana), misalnya, sekarang justru digalakkan kembali,” timpal Jauhar seraya berharap agar dialog ini juga didengar dan direspon positif oleh semua anggota DPRD Kaltim.

Dialog interaktif selama satu jam melalui RRI Samarinda ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari lahirnya Pancasila di Kaltim. Sebelumnya serimonial peringatannya dilakukan melalui apel bendera di halaman Kantor Gubernur Kaltim yang diikuti semua SKPD, dengan ditandai pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan pembacaan teks Pancasila yang memuat lima sila itu, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia.

Incoming search terms:

Teks pancasila, apa saja warisan pemerintahan orba

Beri Komentar

Silahkan tulis komentar anda...
Jika ingin menampilkan gambar dalam komentar anda, silahkan daftar ke gravatar!


Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Saya (Jauhar Efendi) berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.