KPAI Apresiasi Kominfo dalam Memberantas Pornografi
August 12, 2010 by Jauhar Efendi
Filed under Opini
KPAI Apresiasi Kominfo dalam Memberantas Pornografi – KPAI atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kominfo terkait langkah beraninya dalam pemblokiran konten porno di Internet.
Ketua KPAI, Hadi Supeno yang saya kitip dari detikinet menuturkan sebaiknya Kominfo dapat menjamin konsistensi pembelokiran permanen terhadap konten-konten pornografi yang banyak beredar di Internet Indonesia. Untuk mendukung langkah ini, Kominfo pun diminta merekrut tenaga-tenaga ahli dibidangnya.

Sejalan dengan itu memang benar tenpa rekruitmen sumber daya manuasia yang memadai, tentu usaha pemblokiran konten pornografi yang ada akan sia-sia. Hal ini terkait dengan kelompok masyarakat yang tetap berusaha dengan berbagai cara untuk mencari ruang baru dalam menyebarkan konten-konten pornografi.
KPAI juga meminta agar kebijakan Kominfo segera ditindaklanjuti dengan pembentukan gugus tugas untuk mengawasi peredaran pornografi di lapangan. Selain itu, sosilisasi pun harus terus menerus dilakukan ke masyarakat luas.
Dukungan Gerakan Internet Sehat setidaknya bukan hanya tugas dari Kominfo tetapi juga harus di dukung oleh pihak-pihak terkait dalam memberantas pornografi di Internet, seperti ISP (Internet Service Provider), SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Sekolah, Warnet, dan Orang Tua dalam mengawasi peredaran konten-konten pornografi di lingkungannya.
Incoming search terms:
Media Center Harus Dekat Dengan Masyarakat
August 9, 2010 by Jauhar Efendi
Filed under Opini
Terjadinya keengganan masyarakat untuk mengunjungi media centre salah satu penyebanya adalah letak media centre yang tidak tepat hingga berdampak rendahnya minat masyarakat untuk memanfaatkanya .
Bagaimana masyarakat tertarik memanfaatkan ke Media Centre , untuk mengunjungi saja masyarakat harus dihadapkan dengan prosedur harus lapor Satpam , dan prosedur lainya .
Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid. Dokumentasi dan Informasi (Dokinfo) , Nurdin AR, mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim , pada acara Focus Group Discution , yang digelar oleh Balai Besar Pengkajian ,Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan di Samarinda Selasa (3/8 ) .
Media centre harus strategis letaknya artinya mudah dijangkau tidak mutlak harus didalam ruangan disuatu kantor cukup dihalaman kantor saja sehingga akan memunculkan minat bagi masyarakat untuk menggunakanya .
Kabid Dokinfo Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Nurdin AR, menegaskan, media centre bantuan pemerintah pusat ini juga harus dibarengi dengan dana penunjang perawatan yang memadai karena pihak Diskominfo Kaltim tidak dibenarkan oleh aturan untuk membiayai perbaikan kerusakan asset milik pemerintah pusat dengan dana APBD .
Sementara itu peserta Focus Group Discution dari kalangan Pers dan juga akademisi , cendrung menyoroti agar keberadaan Media centre ini benar-benar aman dari sisi pesan (Massage ) dua arah ( Two Way Trafic Comunications ) yang disampaikan , sehingga masyarakat yang sudah melek Tehnologi Informasi Komunikasi benar-benar menggunakan Media centre untuk hal yang pisitif, dan bermanfaat bukan justru sebaliknya .
Kepala Sub. Bidang Program Balai Besar Pengkajian, Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan, Parulian Situmpul, berjanji akan menindaklanjuti berbagai masukan dari seluruh peserta Focus Group Discution ini sehingga tujuan Pemerintah Pusat untuk memberdayakan Media centre bagi kepentingan masyarakat benar-benar tepat sasaran .
Kegiatan Focus Group Discution ini telah dilaksanakan di 6 propinsi diantaranya Sumatra Barat,Riau, Kepulauan Riau , Kalbar ,Nangroe Aceh Darussalam serta Kaltim .
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
June 4, 2010 by Jauhar Efendi
Filed under Artikel Utama, Opini
Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya sejak PBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah kordinasi United Nations Environment Programme (UNEP), yang dibentuk PBB sejak 1977.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, sebagaimana dilansir dari situs resmi UNEP akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur.
UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
Many Species. One Planet. One Future. Many Species. One Planet. One Future (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) merupakan tema yang diangkat dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2010.
Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.
”Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.
Referensi : adityaperdana.web.id
Warisan Orba Jangan Dibuang Percuma
June 1, 2010 by Jauhar Efendi
Filed under Opini
Dialog interaktif menandai Hari Lahirnya Pancasila ke-65 melalui RRI Samarinda, Selasa (01/06), mendapat tanggapan positif dari berbagai lapisan masyarakat Kaltim. Banyak pertanyaan yang muncul kepada dua nara sumber yang dihadirkan, yakni Kepala Diskominfo Kaltim, Moh Jauhar Efendi, dan mantan anggota DPR dan DPD RI asal Kaltim, Komariah Kuncoro. Dialog ini sendiri mengangkat topik tentang pentingnya mewarisi nilai-nilai keteladanan Pancasila.
Berbicara seusai dialog, Jauhar menyatakan, ada semacam kegundahan sebagian masyarakat Kaltim yang menganggap nilai-nilai Pancasila sudah semakin luntur. Tapi, Jauhar kurang sependapat dengan anggapan itu. “Saya kira tidak begitu. Sangat tergantung kepedulian kita untuk mewarisi nilai-nilai Pancasila sebagai pegangan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia ini,” ujarnya.

Jauhar bisa memahami adanya anggapan masyarakat yang merasa khawatir dengan nilai-nilai Pancasila yang sudah mulai luntur. Nyaris tak dikenal dan diamalkan lagi sebagai imbas kemajuan teknologi dan informasi. Malah Yudi, salah satu penanya dari Tanah Grogot, Paser, tak hanya berharap agar nilai-nilai Pancasila dihidupkan kembali, tapi ia pun menghendaki kepada para pejabat agar menaruh teks Pancasila di atas meja kerjanya supaya benar-benar bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Jauhar, upaya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Pancasila itu tergantung dengan kepedulian masyarakat sendiri. Banyak peninggalan atau warisan rezim Orde Baru (Orba) yang baik-baik untuk diaktualisasikan di era sekarang. “Peninggalan Orba yang baik-baik itu jangan dibuang percuma. Buktinya program Posyandu dan KB (Keluarga Berencana), misalnya, sekarang justru digalakkan kembali,” timpal Jauhar seraya berharap agar dialog ini juga didengar dan direspon positif oleh semua anggota DPRD Kaltim.
Dialog interaktif selama satu jam melalui RRI Samarinda ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari lahirnya Pancasila di Kaltim. Sebelumnya serimonial peringatannya dilakukan melalui apel bendera di halaman Kantor Gubernur Kaltim yang diikuti semua SKPD, dengan ditandai pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan pembacaan teks Pancasila yang memuat lima sila itu, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia.
Incoming search terms:
Teks pancasila, apa saja warisan pemerintahan orba
Kaltim Bangkit 2013
December 25, 2009 by Jauhar Efendi
Filed under Opini
Sejak awal pemerintahan Gubernur H. Awang Faoek Ishak dan Wakil Gubernur H. Farid Wadjdy selalu digemakan dengan jargon atau selogan KALTIM BANGKIT 2013. Kaltim Bangkit 2013, sebuah jargon atau selogan yang membuat orang saat membacanya atau mendengarnya menjadi penuh semangat. Mungkin diantara kita (khususnya saya sendiri) ada yang bertanya mengapa jargon atau selogan “Kaltim Bangkit 2013” dipilih ?
Saya mencoba untuk mengutip sedikit pernyataan orang nomor dua di Kalimantan Timur, Wagub H Farid Wadjdy yang memberikan penjelasan mengapa pada kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan dirinya, tema Kaltim Bangkit 2013 dipilih menjadi semboyan yang terus digaungkan ke seluruh penjuru bumi khatulistiwa ini.
“Banyak orang memplesetkan Kalimantan Timur sebagai Kalimantan Tidur. Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek kemudian meyakinkan bahwa Kaltim harus bangkit, lalu dipilihlah semboyan Kaltim Bangkit itu.”
Pak Wagub menambahkan, semangat Kaltim Bangkit 2013 diharapkan menggaung ke seluruh penjuru Kalimantan Timur. Hingga Kaltim akan benar-benar bangkit dan kesejahteraan rakyat Kaltim akan benar-benar bisa dicapai di masa depan.
Incoming search terms:





