Sinyal GSM Indonesia Tak Berkutik Lawan Malaysia

July 1, 2010 by Jauhar Efendi  
Filed under Internet

Jangkauan sinyal telepon seluler GSM milik operator dalam negeri ternyata tak berkutik melawan kuatnya sinyal milik operator dari Malaysia di kawasan perbatasan. Masalah ini dinilai serius bagi masyarakat setempat.

Kejadian ini terjadi di kawasan perbatasan antara Desa Simanggaris, Sungai Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan Tawau, Malaysia.

“Kita sudah meminta pemerintah pusat untuk mendesak operator GSM nasional memperkuat sinyalnya di kawasan itu,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Propinsi Kaltim, Jauhar Effendi, kepada detikINET saat berada di Kota Tarakan, Kaltim, Minggu (7/3/2010).

Fakta tersebut juga dialami ketika berkunjung ke Dermaga Sungai Ular, Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Jumat lalu. Saat berada di tempat tersebut, tidak satu pun sinyal operator seluler GSM nasional yang berhasil didapatkan.

Sebaliknya, pelanggan seluler dalam negeri malah masuk dalam roaming operator seluler GSM Malaysia, Maxis. Pada layar ponsel pun tertulis “Welcome to Malaysia! Maxis Wishes you a pleasant stay. The current FOREX rate dated 06-03-2010 is 2718.28IDR = 1MYR”. Padahal, saat tulisan itu muncul, pelanggan masih berada di wilayah Kaltim.

Sinyal seluler GSM operator nasional hanya bisa diperoleh setelah kian mendekati pelabuhan laut Nunukan. Di pelabuhan ini, pelanggan juga kerap mendapati sinyal operator GSM Malaysia lainnya seperti Celcom dan DiGi.

Menanggapi hal itu, Jauhar menegaskan kehadiran sinyal operator seluler Malaysia tidak dapat dihindari atau dilarang oleh mereka. Bahkan, siaran radio Malaysia pun dapat terdengar dengan jelas di Nunukan, yang disiarkan dari Tawau, Malaysia.

“Ya, kita harapkan operator GSM nasional dapat lebih memperkuat sinyal mereka di perbatasan dengan Malaysia. Jangan hanya memikirkan sisi bisnis dengan mengesampingkan rasa nasionalisme,” tambah Jauhar.

Syaiful, salah seorang warga Nunukan yang bekerja sebagai ABK kapal melayani pelayaran Nunukan-Tawau, Malaysia, mendapati sinyal operator seluler GSM nasional kerap kalah bersaing dengan sinyal dari negara tetangga.

“Sebagian yang saya tahu, ada juga warga Nunukan yang menggunakan kartu My Maxis,” lirih Syaiful saat ditemui detikINET.

sumber : detikinet.com

Incoming search terms:

indonesia lawan malaysia, nunukan malaysia

Google Wave :: Communicate and Collaborate

November 29, 2009 by Jauhar Efendi  
Filed under Internet

Perkembangan dunia HTML yang telah sampai pada HTML 5 terus diikuti oleh beberapa developer kelas dunia, begitu juga dengan Google. Google yang terkenal dengan ide-ide cemerlang mereka, kembali memperkenalkan inovasi baru, yang mereka beri nama Google Wave. Dengan menggunakan HTML 5, mereka menyatukan beberapa feature-feature yang telah ada pada website mereka, seperti contohnya Google Mail dan Google Map.
Tentu Anda penasaran bukan dengan feature menarik apa saja yang ada pada website ini? Mari kita simak feature-feature yang telah ada pada Google Wave sampai saat ini:
Pada sisi kiri terlihat Navigation yang terdiri dari Inbox, Setting, Trash dan beberapa komponen lainnya. Di bawah tabel Navigation terlihat layar Contact yang berisi nama-nama contact pengguna.

Google kembali memperkenalkan inovasi terbaru mereka, yang di beri nama Google Wave. Dengan menggunakan HTML 5, google menyatukan beberapa feature-feature yang telah ada pada website mereka, seperti Google Mail dan Google Map.

What is Google Wave ?

Google Wave is a product that helps users communicate and collaborate on the web. A “wave” is equal parts conversation and document, where users can almost instantly communicate and work together with richly formatted text, photos, videos, maps, and more. Google Wave is also a platform with a rich set of open APIs that allow developers to embed waves in other web services and to build extensions that work inside waves.

For more information about Google Wave, please visit wave.google.com.

logo-googlewaveGoogle Wave sendiri adalah sebuah tool online baru dari Google yang digunakan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi secara langsung (real time).  Untuk dapat menggunakan Google Wave saat ini pengguna harus mendapat undangan dari pengguna lain yang telah memiliki account Google Wave. Cara yang sama seperti awal kemunculan Google Mail dulu.

Read more